Raja’ bin Haiwah dan Ibunya

Disebutkan oleh Imam Al Asbahani rahimahullah dalam kitab Hilyatul Auliya’ bahwa pernah suatu saat Raja’ bin Haiwah — seorang ulama besar tabi’in, qodhi (hakim agung) dimasa kekhalifahan bani Umayyah yang juga guru dari Umar bin Abdul Aziz rahimahullah — suatu pagi ba’da subuh mengisi kajian yang dihadiri oleh murid-muridnya yang banyak hingga terbitlah matahari. Tiba-tiba di tengah kajian datanglah ibunya (ibu dari Raja’ bin Haiwah rahimahullah) dan memanggil beliau, “Ya Raja’, hari telah pagi. Beri makan ayam.” Beliau tanpa malu & gengsi menjawab panggilan ibunya itu dengan, “Labbaika, wa saddaika ya umma.” (Aku penuhi panggilanmu wahai ibu). Lalu beliau segera menutup majelis ilmunya dan bersegera melaksanakan perintah ibunya tersebut. Subhanallah, meskipun beliau telah menjadi orang besar dengan jabatan tinggi, tak menghalangi beliau untuk berbakti kepada orangtuanya.
Semoga kita dapat menarik pelajaran dari kisah ini.

{Ditulis di KRL Jakarta – Bogor}

Iklan
Dipublikasi di Pelajaran Hidup | Tinggalkan komentar

Antara Singa dan Serigala

Dalam banyak tulisan masyarakat Arab saya sering menjumpai perumpamaan singa sebagai pemberani dan serigala untuk menggambarkan kebuasan. Ternyata setelah memperhatikan kehidupan singa dan serigala barulah saya dapat memahaminya. Tahukah anda apabila singa berburu mereka selalu menerkam leher untuk mematikan mangsanya, dan ini serupa dengan perintah Allah untuk menyembelih hewan sembelihan dengan cara menyembelihnya di lehernya. Lalu singa tidak akan memangsanya sampai hewan buruannya tersebut mati. Hal ini berlainan dengan watak berburu dan memangsa serigala. Mereka berburu dengan segala cara dan mereka makan hewan buruannya hidup-hidup.  Itulah mengapa masyarakat Arab menggambarkan sifat rakus, tamak dan buas dengan serigala serta sifat pemberani, tegas dan sabar dengan singa. Semoga kita dapat memetik pelajaran dari kedua satwa ini.

Dipublikasi di Pelajaran Hidup | Tinggalkan komentar

Catatan Pembuka Jeriji

Tulisan pembuka ini sekaligus renungan dan pengingat bagi saya. Sebagaimana yang telah Allah ‘Azza wa Jalla ingatkan dalam Al Qur’an:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isra’:36).

Dipublikasi di Catatan | Tinggalkan komentar